Senin, 28 Januari 2019

UNTUK (MANTAN) KEKASIHKU



       Gemetar hati ini saat menulis untuk mu. Hati ku memaksa ku untuk menulis. Banyak yang ku rasakan. Tetapi setelah aku pegang penaku, hilang akal ku. Tidak tahu dari mana aku harus memulai. 

       Saya menuliskan kalimat- kalimat ini tidak meminta untuk di balas. Hanya menumpahkan segala isi hati. Tetapi saya yakin, tangan yang begitu halus dan mata yang penuh dengan kejujuran itu, tidak akan mengecewakan hati. 

       Saya sadar,  saya lelaki yang kurang beruntung. Tetapi insyaALLAH hati ku ini tulus. Percayalah, akan sulit untuk bertemu dengan orang seperti ku. Karena ku telah di cuci dengan air mata derita dan kepedihan sejak lahir. 

       Hanya satu yang ku minta dari mu. Jangan kecewakan orang yang berharap dan berlindung kepada mu. 

       Kau memberi harapan kepada ku. Kau telah memberi kekuatan kepada ku untuk menyatakan hal yang sebenarnya. 

       Walaupun kau jauh dari ku, tetapi jiwa mu akan selalu dekat dengan jiwa ku. Janganlah kau bersedih dan berputus asa. Cinta itu bukan melemahkan hati, bukan membawa tangis, bukan membuat kita putus asa. Tetapi Cinta itu menguatkan hati dan menghidupkan harapan.

       Kelemahan hati, rasa sakit dan pengharapan yang ku rasakan tidak bergantung kepada orang lain. Melainkan hanya kepada - Nya ku bergantung.


       Kau yang sanggup menjadikan ku seorang yang gagah berani. Dan kau pula yanh sanggup menjadikan ku sengsara.

       Kemanapun kau pergi, dimana pun kau berada, aku tetaplah untuk mu.

       Dengan tulisan ini aku lebih bebas untuk menuangkan perasaan.

       "Cinta selalu abadi walau takdir tak pasti, tetapi kau selalu di hati"



 
                           Jakarta, 14:25 WIB