Dalam menghadapi provokasi dan propaganda, kita harus paham betul siapa lawan-lawan kita dan bagaimana mereka melakukannya. Kubu HTI sudah memprovokasi bahwa benderanya yang dibakar adalah bendera tauhid. Memprovokasi bahwa inilah saatnya mereka perang. Memprovokasi bahwa mereka ingin hidup dan mati dengan bendera itu.
Semua provokasi dan klaim tersebut harus dijatuhkan dan dinistakan. Caranya jelas dengan klaim bahwa bendera HTI sama dengan ISIS. Di bendera ISIS juga hanya ada kalimat lailaha illallah muhammad rasulullah, tanpa tulisan ISIS. Jadi kalau HTI mau mengelak itu bukan benderanya hanya karena tidak ada tulisan HTInya, secara otomatis itu terbantahkan.
Segala emosi masyarakat awam yang tak paham apa-apa soal ini harus kita bantah dengan menunjukkan foto-foto produk sepatu, beha hingga sempak yang juga bertuliskan kalimat sama, warna hijau bendera Arab Saudi.
Memang itu sangat berlebihan. Tapi begitulah cara menghadapi lawan dajjal-dajjal HTI. Tidak ada cara lain. Kalau kita sibuk menjelaskan dan ikut larut dalam klaim bendera tauhid, itu justru memberikan mereka panggung untuk memprovokasi orang-orang awam.
Terakhir, Untuk mengukur sukses tidaknya kita dalam menistakan dan menjatuhkan bendera HTI, adalah komentar putus asa seperti caci maki, mengajak duel dan ada juga yang sok suci mendoakan agar kita taubat dan seterusnya. kalau jenis-jenis komentar seperti itu sudah kalian dapatkan, maka misi kita menistakan HTI bisa dibilang sukses. Karena mereka sudah tak bisa berkata-kata lagi. Kalau mereka mencaci maki, caci maki balik. Jangan sampai kita terlihat takut dengan mereka, karena itu justru akan membuat mereka semakin semena-mena.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar